Japan 5D / 4N : OSAKA – KYOTO – HIKONE – KINOSAKI ONSEN

Day 1

Jam 02:00 tengah malam kami landing di Terminal 1, Osaka Kansai Airport dengan pesawat JetStar GK 64. Karena sudah tengah malam, satu-satunya public transport yang masih beroperasi hanya Limousine Airport Bus, menuju Osaka Station.

Lokasinya di Platform Bus Nomor 5, harga tiket 1550Yen /orang /trip.
Tiket Bus bisa dibeli langsung di Vending Machine tepat di Platform 5.

kansai airport limousine bus

Jam 05:30 pagi setelah counter JR PASS di Station Osaka buka, kami langsung mengambil Kansai Wide JR Pass untuk 5 hari yang sudah kami booking online (9000Yen /tiket).

Web JR-WEST RAIL PASS : https://www.westjr.co.jp/global/en/ticket/pass/

JR Pass Osaka station

JR Pass Osaka station

Kami juga membeli ICOCA Card (dibaca: ikoka) untuk kemudahan berkeliling naik kereta, subway non JR dan public bus selama berada di Osaka & Kyoto.

ICOCA card

Setelah JR Pass di tangan, kami langsung menuju Hotel Chatelet di Kyoto dengan kereta JR.

Alasan kami memilih Hotel Chatelet Inn Kyoto karena tidak jauh dari hotel terdapat beberapa spot Hanami (Melihat Bunga Sakura) :

  1. Nijo Castle
  2. Maruyama Park
  3. Philisopher’s Path
  4. Keage Incline
kyoto station morning
Suasana Kyoto Station jam 06:30 am, masih sepi banget!

Great Location & Affordable Hotel in Kyoto : Hotel Chatelet Inn Kyoto

Kami sudah tiba di Hotel Chatelet Inn Kyoto sekitar jam 07:00 pagi, namun karena belum bisa check-in kamar jadi yang bisa kami lakukan hanya cuci muka, ganti baju dan titip koper.

Selanjutnya adalah…..Berburu Sakura !

KEAGE INCLINE

Subway : Keage Station (Tozai Line)

Keage Incline menjadi destinasi pertama kami berburu Sakura setelah kami titip koper di Hotel. Ini adalah salah satu favorite spot di kala Sakura sedang full bloom, sangat instagrammable karena kita bisa foto berjalan di rel kereta api tua yang sudah tidak berfungsi dengan pemandangan pohon Sakura di sepanjang rel. Banyak pasangan memilih lokasi ini untuk pre-wedding photo shoot.

sakura keage incline kyoto

Sayang sekali saat tiba disini kami hanya mendapatkan beberapa pohon Sakura yang masih ada bunganya dan hanya satu pohon yang rimbun dan itupun sudah menjadi incaran foto semua pengunjung termasuk yang ingin pre-wedding photo, jadi harus antri bergiliran.

keage incline sakura kyoto

Tidak puas dengan apa yang kami lihat, kami pun tidak berlama-lama disini. Kami putuskan untuk segera mengejar Sakura ke Hikone Castle.

HIKONE CASTLE

hikone city overlook lake biwako
Hikone city view overlooking Lake Biwa

Hikone Castle ( 彦根城, Hikone-jō) berada di Shiga Prefecture, di bagian utara Kyoto, hanya berjarak 1,5 jam dengan JR. Sepanjang perjalanan kami gunakan untuk tidur di kereta dan terbangun saat tiba di Hikone JR Station jam 10 pagi.

Untuk menikmati area Hikone Castle, ada 2 pilihan Tiket Masuk :

  1. Hikone Castle dan Genkyu-en (Taman) : 600 Yen/orang
  2. Hikone Castle, Genkyu-en (Taman) dan Hikone Castle Museum : 1000 Yen/orang

Yang membedakan Hikone Castle dengan castle lain di Jepang adalah disini terdapat show 30 menit  Hiko-nyan (ひこにゃん), maskot kota Hikone berwarna putih  yang super kawaii.

Hiko-nyan Show Time  :
– 10:30 am–11:00 am
– 1:30 pm–2:00 pm
– 3:00 pm–3:30 pm

hikone castle Hikonyan

Seperti kebanyakan castle di Jepang, area Hikone Castle ini berubah menjadi spot  Sakura yang sangat populer di awal musim semi. Pohon cherry disini biasanya mekar kira-kira 1 minggu setelah Kyoto. Berpedoman informasi inilah kami memutuskan untuk datang ke Hikone Castle setelah melihat tidak banyak lagi Sakura di sekitar Kyoto pagi tadi.

blog sakura

sakura hikone castle

Tidak hanya spot bunga Sakura yang indah di area castle ini, ada juga Taman Genkyu-en yang sangat cantik berlokasi di dekat pintu keluar (setelah turun dari area castle).

Peta penunjuk arah dari Hikone JR Station menuju Hikone Castle :

hikone castle

NIJO CASTLE

Malam hari, tidak jauh dari hotel, kami berkesempatan mendatangi Nijo Castle. Disini pengunjung bisa menyaksikan Night Time Cherry Blossom Ilumination Festival, namun karena antrian pengunjung panjang sekali, kami terpaksa membatalkan niat dan memilih makan malam.

nijo castle
Hanya bisa photo di depan Nijo Castle

DINNER : “IZAKAYA”

Mumpung di Jepang jadi harus mencoba pengalaman makan ala lokal. Izakaya   いっこん  lokasinya sangat dekat dari hotel kami.

Izakaya artinya informal Japanese pub. Bila di Indonesia seperti Cafe yang menyediakan minuman beralkohol dan makanan ringan.

Izakaya sendiri didesign sangat nyaman untuk tempat nongkrong sambil minum-minum dan menikmati makanan ringan khas Jepang seperti Yakitori (ayam panggang), sashimi, ikan bakar, tempura dll. Yang pasti disini minumannya harus Draft Beer (orang Jepang menyebutnya “nama biiru“) dan Sake.

izakaya food kyoto

Karena namanya Local Pub, disini tidak disediakan menu dalam bahasa Inggris, tapi untungnya kami datang bersama seorang teman Japanese asli, sehingga tidak ada kendala bahasa.

Sebuah pengalaman unik, bisa merasakan suasana Jepang yang benar-benar otentik.

izakaya dinner kyoto

Day 2

FUSHIMI INARI TAISHA 

FUSHIMI INARI KYOTO

Karena beberapa kali melihat orang-orang yang travelling ke Kyoto pasti posting foto di deretan Gerbang (Torii)  berwarna merah, membuat kami penasaran dan ingin juga pergi ke tempat yang sangat instagrammable ini.

FUSHIMI INARI KYOTO

fushimi inari kyoto

Mengingat saat ini adalah peak season di Jepang, jadi kami putuskan untuk datang ke Fushimi Inari pagi-pagi sekali untuk mendapatkan hasil photo yang bagus. Jam 7 pagi kami sudah sampai disini, namun kami masih kalah pagi dengan pengunjung lain karena pas kami tiba sudah ramai turis yang “menguasai” spot-spot photo favorite, terutama para pasangan yang sedang melakukan pre-wedding photo shoot.

fushimi inari kyoto

Sedikit info tentang Fushimi Inari Taisha… Tempat ini adalah kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, merupakan pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Dewa Inari.

fushimi inari kyoto

Dewa Inari adalah dewa padi dan sake dalam kepercayaan Jepang. Oleh sebab itu, jaman dulu kuil ini banyak dikunjungi oleh kaum pedagang dan petani.

Sejak abad ke-17, penganut kuil Fushimi Inari memiliki tradisi membangun Torii (gerbang). Sekitar 10.000 Torii yang berderet di Gunung Inari ini merupakan hasil sumbangan para umatnya. Di antara Torii tersebut, Senbon Torii (deretan seribu gerbang) kini menjadi salah satu objek wisata.

fushimi inari kyoto

Di balik tiap Torii  berisi harapan dan doa untuk orang atau perusahaan yang menyumbang seperti mengharapkan rejeki, kesuksesan, keberuntungan, dll.

fushimi inari kyoto

Disini juga terdapat Kolam pencucian yang airnya diambil langsung dari mata air pegunungan Inari dan dipakai untuk menyucikan diri sebelum berdoa di kuil.

ARASHIYAMA BAMBOO FOREST

Selesai dari Fushimi Inari Taisha, kami lanjut ke Arashiyama dengan JR turun di Saga Arashiyama Station, berjarak sekitar 30 menit. Lalu jalan kaki menuju Bamboo Forest selama 15 menit.

arashiyama

Apa yang wajib dinikmati di tempat ini ?

  • Berjalan di sepanjang Hutan Bambu yang masih alami
  • Menikmati atmosfir yang tenang dan memanjakan
  • Merasakan segarnya hembusan angin dari celah-celah batang bambu nan tinggi menjulang
  • Berfotolah karena spot ini sangat instagrammable.arashiyama

Setelah puas di Bamboo Forest, kami kembali ke hotel karena harus mengejar waktu check out jam 11.

Our next stop is Kinosaki Onsen…

KINOSAKI ONSEN

Dari Kyoto menuju Kinosaki Onsen kami naik kereta JR menggunakan JR PASS, perjalanan sekitar 3 jam. Sesuai ramalan cuaca, sepanjang perjalanan kami siang itu diguyur hujan.

Setelah turun dari kereta dan berjalan menuju pintu keluar station, ternyata sudah ada Petugas Stasiun yang menunggu kedatangan kami. Saat itu kami baru tahu bahwa disediakan fasilitas Free Shuttle Bus (sampai jam 6 sore) ke lokasi penginapan khusus bagi tamu yang menginap di area Kinosaki Onsen yang datang dengan kereta JR (Japan Railway).

Saat itu hujan masih belum juga berhenti ditambah angin yang cukup kencang, kami sempat down karena membayangkan banyak bunga Sakura yang bakal rontok, itu artinya harapan kami pupus untuk bisa melihat Sakura mekar disini.

Dan terbukti… dari Station menuju ryokan Tajimaya tempat kami menginap,  tidak terlihat pohon Sakura yang bermekaran. Yang ada hanya kelopak bunga yang beterbangan dan sebagian sudah berguguran di jalan dan dipermukaan sungai. Kami makin down….

Namun setelah bertanya ke staf penginapan dimana lokasi Sakura yang masih mekar, kami pun berhasil menemukannya di 2 spot yang ternyata lokasinya tidak jauh dari penginapan.

KINOSAKI ONSEN

Penginapan kami :

TAJIMAYA (Ryokan)
669-6101 Hyogo, Toyooka, Kinosaki-cho Yushima 453, Japan
Telp : 0796-322626

Tajimaya adalah bangunan tiga lantai berstruktur kayu, konon dibangun pada periodeTaisho di awal abad ke-19.

Menjadi RAJA & RATU semalam di TAJIMAYA Kinosaki Onsen

Tajimaya berada di pusat Kinosaki Onsen. Kinosaki Onsen sendiri merupakan Hot Spring Resort yang sangat populer dan dinobatkan oleh Lonely Planet sebagai  “The Best Onsen Town”.

KINOSAKI ONSEN TAJIMAYA

Tajimaya menyediakan 3 pilihan private onsen :

  • 2 buah indoor private onsen dinamakan Kagen Bath dan Chikuyo Bath
  • 1 buah outdoor private onsen dinamakan Kirara Bath

Kami pilih Kirara Bath, menikmati 45 menit open air onsen di dalam shigaraki  (ceramic bathtub)…. Well, it’s time for relaxation !

KINOSAKI ONSEN TAJIMAYA

Setelah selesai onsen, kini waktunya makan malam. Dalam bahasa Jepang disebut Kaiseki Ryouri (A traditional multi-course Japanese dinner).

Istilah  ‘multi course’ sangat tepat karena memang kami disuguhi aneka macam makanan mulai dari 3 buah appetizer, 4 buah main course dan dessert !

Seluruh rangkaian makan malam ini kami nikmati di dalam kamar. Ama-san, staf penginapan yang menjadi host melayani kami sejak check in sampai check out, sejak dinner sampai breakfast, menyiapkan alas tidur hingga membereskannya kembali keesokan hari.

Karena ada 4 musim di Jepang, menu yang disiapkan pun menyesuaikan  musim di saat itu. Dan karena kini sudah memasuki Spring, maka salah satu Menu utama dinner kami adalah Tajima Gyu (beef). Ini adalah type Black Wagyu yang merupakan daging dari sapi ternak berkualitas tinggi ciri khas Hyogo Prefecture.

Tajimaya dinner kinosaki

Day 3

KINOSAKI ONSEN

Pagi ini Breakfast dihidangkan pada jam 08:30. Tepat jam 08:30 Ama-san sudah mengetok pintu kamar, minta ijin untuk menghidangkan aneka menu sarapan.

Kinosaki Onsen Tajimaya

Selesai sarapan, kami sempatkan berjalan-jalan disekitar penginapan, menikmati segarnya udara pagi dalam balutan Yukata.

kinosakionsen sakura

Tidak lama kemudian kami kembali ke penginapan untuk persiapan check out jam 10 pagi.

KINOSAKI ONSEN

KINOSAKI ONSEN

Karena masih ingin meng-explore area Kinosaki Onsen, kami putuskan untuk menggunakan service Drop Luggage dari Penginapan. Dengan membayar 100 Yen kami bisa menjemput Luggage di Ryokan Service Center, lokasinya persis di seberang stasiun. Sangat efisien kan ?!

Yang menarik selama kami meng-explore Kinosaki Onsen, walaupun kota kecil namun di pusat kotanya ramai oleh deretan restoran, cafe-cafe unik, toko souvenir, museum, public bath, mini public onsen khusus untuk rendam kaki, natural hot spring drinkable water untuk umum (rasa airnya agak sedikit asin).

Bagi Crab Lover, disini ada sebuah restoran yang sangat populer karena menjual makanan serba kepiting (jangan kuatir…harganya sangat reasonable).

KINOSAKI ONSEN CRAB

Last but not least….. sebelum kami meninggalkan Kinosaki Onsen, kami sempatkan berendam kaki di 2 lokasi public onsen. Yang satu berukuran sangat kecil tepat di pinggir jalan tidak jauh dari pusat kota dan satunya lagi yang lebih besar persis berada di sisi kiri pintu masuk stasiun. Kami berendam kaki sambil menunggu departure time.

KINOSAKI ONSEN

See you again Kinosaki Onsen….. OSAKA we are coming!

TSUTENKAKU TOWER / SHINSEKAI (AFTERNOON)

Perjalanan ke Osaka dari Kinosaki Onsen membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan kereta JR.

Tiba di Osaka kami langsung menuju Tanimachi Luxe Hotel, saat itu sudah jam 3 sore sehingga kami bisa langsung check in kamar.

Setelah istirahat sebentar kami segera keluar hotel, tidak sabar ingin meng-explore Osaka. Tujuan pertama kami adalah Shinsekai.

Shinsekai (新世界) artinya dunia baru. Di Osaka, ini adalah sebuah distrik yang dikembangkan sebelum perang namun terabaikan beberapa dasawarsa sesudahnya. Di pusat distrik ini berdiri megah Menara Tsutenkaku yang menjadi simbol Shinsekai.

Masih di sekitar Shinsekai, kami menemukan juga banyak orang berfoto di salah satu area parkir mobil, mungkin ini salah satu parking space yang paling instragramable di Osaka! Seluruh areanya penuh dengan lukisan Hello Kitty.

shinsekai parking hello kitty

NGEMIL : KUSHIKATSU

Kedai Kushikatsu yang paling terkenal di Osaka adalah : Kushikatsu Daruma (串カツ だるま), tapi malam itu antrinya panjang sekali (ramai oleh Turis).

Jadi akhirnya kami pilih kedai Kushikatsu yang lebih lokal, いっとく 難波中店 tidak jauh dari Namba Station. Disini tidak perlu antri dan pengunjungnya rata-rata orang lokal, harganya pun bersahabat.

Awalnya kedai Kushikatsu hanya bisa ditemukan di area Shinsekai (Osaka), namun saat ini sudah tersebar di sekitar Dotombori.

Di kedai Kushikatsu menyajikan aneka cemilan gorengan. Bahan-bahan segar seperti daging, sayuran hingga telur puyuh, ditusuk (menyerupai satai), dilumuri tepung roti lalu digoreng hingga garing dan renyah.

Cara makannya pun unik… gorengan dicelupkan ke dalam kuah saus gurih, hanya boleh 1 kali celup, baru disantap.  Semangkok irisan kol disedikan untuk  menemani kita menikmati Kushikatsu.

DOTOMBORI (NIGHT)

Hampir sepanjang hari jembatan Dotombori selalu ramai pengunjung, akibatnya sangat sulit mendapatkan spot photo yang bagus. Pas malam itu entah mengapa lampu LED dari Glico-man juga tidak berfungsi semua, jadi kami batalkan rencana foto di malam hari dan akan kembali lagi kesini besok pagi-pagi.

Kami memilih menikmati suasana malam disini, berdesak-desakan di antara kerumunan orang.

Salah satu restoran yang paling iconic di sekitar Dotombori adalah Kani Doraku (かに道楽), tidak susah menemukannya karena ada logo kepiting berukuran besar tepat di atas restoran. Disini menjual aneka makanan dari kepiting dan souvenir bertema kepiting.

Kani Doraku: Japan’s iconic crab restaurant

Dotombori sangat ramai malam itu, saking ramainya di beberapa titik kami temukan sederet orang yang sedang antri untuk makan di restoran atau jajan makanan ringan.

Day 4

DOTOMBORI (MORNING)

Demi mengobati rasa kurang puas dengan hasil foto semalam, pagi ini kami sudah berada di Dotombori.  Pagi hari disini masih belum terlalu ramai, sehingga kami bisa memilih spot bagus untuk berfoto.

dotombori

Gambar Glico-man pun terlihat lebih bagus di pagi hari.

dotombori morning

BREAKFAST : (our favorite restaurant) YOSHINOYA

Selama di Osaka, Yoshinoya menjadi restoran favorite kami. Total 3 kali kami makan disini. Menu yang ditawarkan sangat variatif (dibandingkan Yoshinoya Indonesia), porsinya pas, harga bersahabat dan cepat penyajiannya.

Bahkan ada juga Yoshinoya yang buka 24 jam loh, salah satunya tidak jauh dari Osaka Station.

TSUTENKAKU TOWER / SHINSEKAI (MORNING)

Karena lokasinya tidak begitu jauh dari Dotombori, kami putuskan juga kembali ke area Shinsekai pagi ini demi mendapatkan hasil foto yang berbeda.

Tapi ternyata suasana di sore hari jauh lebih bagus untuk photography dibandingkan dengan pagi hari karena faktor cahaya yang terlalu kontras (bayangan matahari) yang sangat kuat dan banyak toko yang belum buka.

KYOTO STATION

Stasiun Kyoto lebih dari sekedar stasiun kereta.  Bangunannya sangat besar dan kokoh, didominasi oleh kaca dan baja, design-nya pun ultra-modern. Stasiun ini khusus dirancang oleh arsitek Jepang ternama, Hiroshi Hara.

The “Daikaidan” atau Grand Stairway dimulai dari lantai 4 sisi barat stasiun sampai ke Sky Garden di lantai 15. Orang sering menggunakan tangga ini sebagai tempat duduk.

Ada panggung di lantai 4 di dasar tangga, biasanya konser dan pertunjukan seni berlangsung disini.  Jika kita berada disini lalu memandang ke atas, kita seperti berada di sebuah amphitheater.

Di lantai 15 terdapat Sky Garden & Happy Terrace. Ini adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan kota Kyoto.

kyoto station

LUNCH: KAGAYA

Trip ke Jepang ini kami manfaatkan juga untuk mengadakan small reunion dengan teman-teman lama yang sudah 16 tahun tidak bertemu.

Makan siang di Kagaya Restoran adalah pilihan yang sangat tepat untuk menikmati seni masakan Jepang dengan pemandangan Kyoto Tower.

Kagaya
8F, JR Kyoto Isetan, 901, Higashi Shiokoji-cho, Shimogyo-ku, Kyoto-shi, Kyoto
Telp : +81 75-342-0022

Lunch: 11:00 – 15:30 (Last orders: 15:00)
Dinner: 17:00 – 23:00 (Last orders: 22:00)

kagaya kyoto

Kaiseki style adalah tipikal Japanese traditional food

kagaya kyoto

Pusat Restoran Kagaya berada di resort hot spring di daerah pantai Hokuriku. Restoran ini terkenal karena menyajikan seafood terbaik dengan gaya tradisional kaiseki multi-course.

Kagaya cabang Isetan Kyoto Station ini dikelola langsung oleh Kagaya Pusat  sehingga menu-menunya dihidangkan dengan standar yang sama.

kyoto tower

KINKAKU-JI TEMPLE

Setelah makan siang dan sebelum kembali ke Kyoto malam hari ini, kami ingin mengunjungi Kinkakku-ji Temple, salah satu Temple yang menjadi icon Kyoto.

Dari Kyoto Station, kami naik Bus nomor 205 / 101 Express di platform B3. Perjalanan sekitar 40 menit.

Kinkakuji Kyoto

Kinkakuji (金 閣 寺, Golden Pavilion) adalah sebuah kuil Zen di Kyoto bagian utara. Dua lantai teratas dari Kuil ini, seluruhnya ditutup lembaran emas asli. Konon jaman dulu tempat ini dikenal sebagai Rokuonji, yang berfungsi sebagai vila dari seorang pensiunan Shogun yang bernama Ashikaga Yoshimitsu. Setelah kematiannya pada 1408 Kinkaku-ji menjadi kuil Zen untuk sekte Rinzai.

Tiket Masuk : 400Yen/orang

Kinkakuji Kyoto

Bonus Sakura… di hari terakhir ini saat mengunjungi Kinkaku-Ji (Golden Pavilion) Kyoto, diluar dugaan… ternyata di dalam area ini terdapat sebuah pohon Sakura yang masih berbunga !

kinkaku-ji temple sakura

Jika mengunjungi Kinkaku-ji, jangan lupa mencicipi snack yang banyak dijual di kios-kios di sekitar pintu keluar/masuk Temple.

kinkakuji macha ice cream

Kami mencicipi Soft Ice Cream karena penasaran dengan antrian-nya yang panjang. Ada 2 rasa : Matcha dan Black Sesame. Dua-duanya enak dan tekstur ice creamnya benar-benar halus… Nagih banget !  Harga per piece 300 Yen

kinkakuji macha ice cream

Jajanan lainnya adalah Mitarashi dango  (みたらし団子). Dango ini seperti sweet dumpling/mochi tanpa rasa yang di panggang lalu disiram sweet soy sauce kental. Harga per tusuk 150 Yen.

dango kyoto

 

DINNER:  MENBAKAICHIDAI KYOTO FIRE RAMEN RESTAURANT

Dari Kinkaku-ji Temple, kami memutuskan untuk mencari restoran Fire Ramen yang tersohor di Kyoto.

Kami naik bus nomor 204 dari Kinkaku-Ji bus stop, sekitar 10 stops kami turun di 丸太町智恵光院, lalu menyeberang jalan.

Lokasinya ternyata tidak jauh dari Nijo Castle

fire ramen Menbakaichidai

Tidak sulit menemukan Restoran ramen ini karena ciri-cirinya adalah terdapat sederet kursi tempat pengunjung (yang rata-rata turis) duduk antri menunggu giliran.

fire ramen Menbakaichidai

fire ramen Menbakaichidai

fire ramen Menbakaichidai

fire ramen Menbakaichidai

Full story bisa baca di :

Sensasi makan ramen berapi (Fire Ramen) di Kyoto

fire ramen Menbakaichidai

Jam Operasional : 

Setiap hari, jam 11:30 – 23:00

Lokasi dari Nijo JR Station :

lokasi fire ramen from JR NIJO

Day 5

Ada salah satu Kuliner Ramen juga yang wajib di coba bila berada di daerah Namba, yaitu Kinryu Ramen! yang jadi pilihan breakfast kami hari ini, cukup dengan 600 Yen bisa menikmati ramen khas jepang di Kinryu Ramen.

SHOPPING TIME!!!

Sebelum mengakhiri trip Jepang kami, pagi sampai siang kami sempatkan untuk berjalan menyusuri shopping street.

DOTOMBORI / SHISAIBASHI
Shinsaibashi-Suji Shopping Street yang membentang sampai ke Mido-Suji Avenue adalah area perbelanjaan paling terkenal di Osaka.

AMERIKAMURA

Amerika-mura adalah daerah di sebelah barat Shinsaibashi yang telah lebih dari 40 tahun menjadi pusat budaya dan fashion anak muda Jepang yang cukup populer.

AMERIKAMURA

Tempat ini juga merupakan pusat fashion kreatif dan hiburan bagi kaum muda di daerah Osaka. Awalnya bernama “American Village” karena fokus pada pada barang import dari Barat. Satu -satunya icon yang membuat area ini seperti di Amerika adalah keberadaan replika patung Liberty.

 

OSAKA KANSAI AIRPORT

Jam 2 siang kami sudah bersiap ke airport karena flight schedule kami jam 5 sore. Kami naik Haruka dari Osaka station menuju Osaka Kansai Airport, butuh waktu sekitar setengah jam.

Haruka Kansai ke Kyoto

KANSAI AIRPORT INFORMATION

Bag from : AIGNESS 

aigness bag

KANSAI AIRPORT INFORMATION
JR TICKET OFFICE untuk pengambilan JR PASS

KANSAI AIRPORT INFORMATION

KANSAI AIRPORT INFORMATION
Limousine Airport Bus

KANSAI AIRPORT INFORMATION

Special Thanks untuk Teman-teman yang sudah memberikan LIKE dan Comment di Facebook kami.

Trip ke Jepang memang selalu berkesan. Trip pertama kami ke Tokyo dan Trip kedua ini memiliki kesan yang sama.

Selalu banyak hal yang bisa diceritakan tentang Jepang, budaya-nya, keindahan alam-nya, makanan-nya, kesopanan dan keramah-tamahan warganya, pernak pernik lucunya, dan masihhh banyak lagiiii

Dewa Mata Sayonara Jepang….

See Also :

Exploring VIETNAM (Hanoi, Halong Bay, Sapa, Ninh Binh) in 7D/6N

 

 

 

3 thoughts on “Japan 5D / 4N : OSAKA – KYOTO – HIKONE – KINOSAKI ONSEN”

  1. Salah satu negara yg aku ga akan prnh bosen datangin lagi dan lagi, itu Jepang :). Thn depan bakal balik lagi kesana utk 2 minggu full. Tujuanku mau jelajah sampe nagasaki dan pulau gunkanjima nanti. Juga kuliner aneka daging2nya, matsuzaka beef, hida beef, dan black wagyu. 1 lg yg jd tujuan aku stiap kali ke jepang, itu rollercoaster kls dunianya, seperti steel dragon di nagashima spaland, takabisha, dododonpa di fuji Q dan banyak lg sih. Mungkin itu juga yg bikin aku slalu mau balik ksana, secara wahana ekstreme ga gampang ditemuin di setiap negara 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *