MENGGAPAI BLUE FIRE KAWAH IJEN

kawah ijen crater banyuwangi

26-27 September 2017

Mendarat di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh Malang, kami sudah dijemput oleh Mas Rudi, driver dari Jendela Wisata. Saat itu hari masih pagi sekitar jam 10. Perjalanan dengan mobil dari airport ke Hotel kami di Ijen membutuhkan waktu sekitar 8 -9 jam !

Saran bagi teman-teman, agar hemat waktu sebaiknya mendarat di Bandara Blimbingsari Banyuwangi, karena jarak Banyuwangi ke Ijen dengan mobil hanya sekitar 1 Jam.

Kami tiba di Kampoeng Joglo Ijen  (penginapan) sekitar jam 6 sore, lalu menikmati makan malam, kemudian beristirahat sejenak sambil menyiapkan kebutuhan trekking ke Kawah Ijen.

kampoeng joglo ijen

Jam 12:30 tengah malam kami berangkat dari penginapan diantar Mas Rudi menuju Cagar Alam Taman Wisata Ijen. Setelah 45 menit perjalanan kami tiba di Paltuding, pintu masuk menuju lokasi Kawah Ijen. Disana sudah menunggu seorang Pemandu yang akan mendampingi kami menuju Kawah Ijen.

IJEN

Perlengkapan yang wajib dibawa oleh tiap Pendaki:

  1. Sepatu Trekking
  2. Senter LED / Headlamp
  3. Tongkat Hiking
  4. Respirator Mask / masker / kain basah penutup hidung (Respirator Mask & Filter-nya bisa dibeli di Toko A*E HARD***E)
  5. Air minum / Makanan kecil secukupnya
  6. Tripod (untuk photography)

Perjalanan dari Paltuding menuju puncak Gunung Ijen berjarak sekitar 3 Km, dengan elevasi 2443 meter dpl (di atas permukaan laut). Waktu tempuh untuk sampai di puncak umumnya 2-3 jam.

Kami cukup beruntung, beberapa jam sebelum kami mendaki, hujan turun beberapa saat sehingga tanah berpasir dan berbatu halus yang kami pijak tidak terlalu berdebu.

Trek menuju puncak Ijen menanjak dan sangat melelahkan. Kami berkali-kali berhenti untuk duduk dan beristirahat. Makin bertambahnya ketinggian, lapisan Oksigen semakin tipis akibatnya kami cepat sekali lelah.

Bagi pengunjung yang kelelahan namun tetap ingin mencapai puncak Ijen, tersedia jasa angkut dengan tandu untuk 1 orang penumpang. Tandu diangkat oleh 2 orang, biayanya Rp 800.000 (PP) atau Rp 600.000 sekali jalan (harga bisa di nego)

Di sepanjang jalur trekking hanya ada satu Pos untuk beristirahat yang disebut Pondok Bunder, terletak di ketinggian 2214 meter. Disini ada warung kecil menjual mie instan dan minuman kemasan (buka pagi hari).

Sekitar jam 3 pagi kami akhirnya tiba di puncak Gunung Ijen. Namun perjuangan belum berakhir… !

jalan kawah ijen

Klimaks perjalanan ini adalah menyaksikan BLUE FIRE yang berada di Kawah Ijen.  Artinya… dari puncak kami harus berjalan menuruni jalan setapak menyusuri tebing kaldera agar sampai di kawah. Disini stamina kembali diuji. Udara dingin, hembusan angin belerang sangat menusuk dan mencekat tenggorokan walaupun kami sudah memakai Respirator Mask, mata pun tidak luput dari rasa perih.

KAWAH IJEN MASKER

Medan di jalan setapak menuju area Blue Fire sangat menantang.  Sepanjang jalan kami berpapasan dengan para penambang Belerang yang sedang memikul bongkahan belerang seberat 75kg lebih di pundaknya.

PENAMBANG BELERANG IJEN

Sesampainya di area Blue Fire, rasa lelah mendadak hilang. Akhirnya kami dapat menyaksikan fenomena alam yang sangat indah ini !  Semburat api biru seperti menari-nari dengan lincahnya di hadapan kami.

fenomena blue fire kawah ijen

KAWAH IJEN

Fenomena Blue Fire ini sebenarnya juga ada di siang hari, namun jika matahari terbit warna yang terlihat adalah kekuning-kuningan.

kawah ijen

Menurut info dari Pemandu kami dahulu ada 4 lokasi Blue Fire di Kawah Ijen, namun hanya tersisa 2 lokasi dimana salah satunya adalah yang kami saksikan saat ini.

Setelah puas menikmati dan mengabadikan keindahannya, kami mendaki keatas kembali ke puncak Ijen untuk menghindari antrian dengan pengunjung lain.

kawah ijen crater

Kami pun tiba di puncak sekitar jam 6 saat matahari sudah terbit. Namun karena cuaca saat itu tidak terlalu cerah kabut tebal menutupi pandangan kami sehingga tidak dapat menyaksikan pesona kecantikan  Danau Kawah Ijen dari atas.

Merasa sudah cukup beristirahat dan mengumpulkan kembali energi yang sempat terkuras, kami berjalan menuruni gunung  menuju Paltuding.

Jalan pulang tidaklah lebih mudah.  Tanah berpasir terasa licin sehingga harus tetap extra hati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh.

kawah ijen

Di tengah perjalanan turun, kami sempatkan sarapan mie instant di Pos Peristirahatan Pondok Bunder.

Saat kami sampai di area Paltuding Mas Rudi sudah siap mengantarkan kami pulang ke Hotel.

Selanjutnya kami bersiap melanjutkan perjalanan dari Ijen menuju Bromo…

 

 

WHAT YOU SHOULD KNOW :

  1. Di dunia hanya terdapat 2 lokasi BLUE FIRE : Gunung Ijen dan Islandia http://regional.liputan6.com/read/2500837/api-biru-ini-hanya-ada-di-gunung-ijen-dan-islandia
  2. Waktu yang tepat melihat BLUE FIRE dengan jelas adalah sebelum jam 5 pagi atau sebelum matahari terbit
  3. Gunung Ijen merupakan gunung berapi aktif yang terletak berdampingan dengan Gunung Raung dan Gunung Merapi.

See Also :

FROM BROMO WITH LOVE

3 thoughts on “MENGGAPAI BLUE FIRE KAWAH IJEN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *